https://babel.times.co.id/
Berita

Menlu AS Klaim Operasi Penangkapan Maduro Bukan Invasi, Tapi Aksi Penegakan Hukum yang Presisi

Senin, 05 Januari 2026 - 06:33
Korban di Venezuela Dilaporkan Capai 80 Orang, Menlu AS: Operasi Penangkapan Maduro Bukan Invasi Arsip foto - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio. (FOTO: ANTARA/Anadolu/py)

TIMES BANGKA BELITUNG, JAKARTA – Jumlah korban tewas akibat operasi militer Amerika Serikat (AS) di Venezuela pada Sabtu (3/1/2026) dilaporkan meningkat menjadi 80 orang. Angka ini dikutip The New York Times dari seorang pejabat senior Venezuela pada Minggu (4/1/2026), dengan potensi masih dapat bertambah.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino menyatakan bahwa sebagian besar tim pengamanan Presiden Nicolas Maduro tewas dalam operasi tersebut, meski tidak merinci jumlah pastinya. Operasi ini, menurut Presiden AS Donald Trump, berujung pada penangkapan Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Trump juga menyatakan kesiapan AS untuk menegaskan kendali sementara atas Venezuela.

Maduro dan istrinya kini ditahan di Metropolitan Detention Center di Brooklyn, New York, untuk menghadapi dakwaan federal AS terkait perdagangan narkoba dan kerja sama dengan organisasi teroris. Maduro membantah semua tuduhan ini, sementara pejabat di Caracas menyerukan pembebasan mereka.

Menanggapi kritik, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio membela operasi tersebut. "Ini bukan tindakan yang memerlukan persetujuan Kongres. Bahkan, tidak mungkin memerlukan persetujuan Kongres karena ini bukan invasi dan bukan operasi militer berkepanjangan," ujarnya kepada NBC News.

Rubio menegaskan bahwa aksi ini adalah operasi penegakan hukum yang presisi dan singkat, bukan serangan terhadap kedaulatan Venezuela.

Media melaporkan ledakan di Caracas selama operasi yang dikaitkan dengan unit elit Delta Force AS. The New York Times juga memberitakan sedikitnya 40 korban tewas, termasuk personel militer dan sipil. Otoritas Venezuela sempat menyatakan tidak mengetahui keberadaan Maduro, hingga Trump membagikan foto yang diklaim menunjukkan Maduro di atas kapal perang USS Iwo Jima.

Di tingkat domestik AS, sejumlah anggota Kongres mengecam operasi ini sebagai ilegal. Sementara di forum internasional, Kementerian Luar Negeri Venezuela akan membawa kasus ini ke Dewan Keamanan PBB dalam pertemuan darurat yang dijadwalkan pada 5 Januari. Rusia juga menyatakan solidaritas, menyebut pemindahan Maduro sebagai agresi AS dan menuntut pembebasannya untuk mencegah eskalasi lebih lanjut. (*)

Pewarta : Antara
Editor : Faizal R Arief
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Bangka Belitung just now

Welcome to TIMES Bangka Belitung

TIMES Bangka Belitung is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.