TIMES BANGKA BELITUNG, JAKARTA – Liverpool dan Manchester City sama-sama kehilangan poin penting setelah kebobolan gol dramatis di menit-menit akhir pada lanjutan Liga Inggris, Minggu waktu setempat. Hasil ini membuat persaingan papan atas kian memanas, terutama dalam perburuan gelar juara.
Liverpool harus puas bermain imbang 2-2 saat bertandang ke markas Fulham di Craven Cottage. Gol spektakuler Harrison Reed pada menit ketujuh masa injury time memupus kemenangan The Reds yang sudah di depan mata.
Reed, yang baru masuk sebagai pemain pengganti, melepaskan tembakan keras dari jarak sekitar 25 meter yang tak mampu dibendung Alisson Becker.
Padahal, suporter Liverpool masih merayakan gol Cody Gakpo pada menit ke-94 yang sempat dianggap sebagai penentu kemenangan. Namun, euforia itu hanya bertahan sesaat sebelum Fulham menyamakan kedudukan tak lama setelah kick-off dilanjutkan.
Fulham lebih dulu unggul lewat Harry Wilson di babak pertama. Liverpool kemudian menyamakan skor melalui Florian Wirtz pada menit ke-57, sebelum drama terjadi di penghujung laga. Hasil ini membuat Liverpool, sang juara bertahan, tertahan di posisi keempat klasemen dan kini tertinggal 14 poin dari Arsenal di puncak.
Pelatih Liverpool, Arne Slot, kembali menyoroti lemahnya timnya dalam mengantisipasi peluang lawan.
“Kami terlalu sering kebobolan dari peluang pertama lawan, bahkan dari situasi yang tidak terduga di masa tambahan waktu,” ujarnya.
Nasib serupa dialami Manchester City. Bermain di Etihad Stadium, City ditahan imbang 1-1 oleh Chelsea yang tengah berada dalam masa transisi usai ditinggal pelatih Enzo Maresca. Gol penyeimbang Enzo Fernandez pada menit ke-94 merusak peluang City meraih kemenangan.
City sempat unggul lebih dulu melalui gol Tijjani Reijnders di babak pertama. Namun kegagalan memaksimalkan sejumlah peluang membuat tim asuhan Pep Guardiola harus membayar mahal.
Tambahan satu poin ini membuat City tetap berada di posisi kedua, tetapi kini tertinggal enam poin dari Arsenal yang sehari sebelumnya menang 3-2 atas Bournemouth.
Chelsea sendiri tampil dengan pelatih interim Calum McFarlane, sembari menunggu penunjukan pelatih baru. Fernandez menyebut hasil imbang ini sebagai respons positif timnya di tengah situasi sulit.
“Ini pekan yang berat, tapi kami menunjukkan komitmen penuh di lapangan,” katanya.
Sementara itu, laga sarat gengsi antara Leeds United dan Manchester United berakhir imbang 1-1 di Elland Road. Leeds unggul lebih dulu lewat Brenden Aaronson, sebelum Matheus Cunha menyamakan skor tiga menit berselang.
Namun sorotan utama justru datang dari pernyataan pelatih Manchester United, Ruben Amorim, yang menegaskan posisinya di klub di tengah isu keraguan manajemen terhadap taktiknya. Amorim menegaskan dirinya datang sebagai manajer penuh, bukan sekadar pelatih kepala, dan siap bertahan selama mendapat kepercayaan.
Di laga lain, Brentford menang 4-2 atas Everton berkat hattrick Igor Thiago, Newcastle United menundukkan Crystal Palace 2-0, sementara Tottenham Hotspur gagal mengamankan kemenangan setelah Sunderland mencetak gol penyeimbang pada menit ke-80.
Pekan ini menjadi bukti bahwa persaingan Liga Inggris musim ini semakin ketat, dengan gol-gol telat yang mampu mengubah peta klasemen dan arah perburuan gelar. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Drama Injury Time: Liverpool dan Man City Sama-sama Tersandung
| Pewarta | : Wahyu Nurdiyanto |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |